Dunia masih sangat
konservatif dengan adanya sikap pemimpin-pemimpin diktator tidak bertangung
jawab, hidup memang tidak pernah lepas dari tokoh pemimpin, namun pemimpin
seperti apa yang baik dalam kehidupan.
Saat ini bumi sedang mengubah wajahnya, langit sedang tertawa atau mungkin sedang sakit. Karena melihat ulah manusia makin kesini makin kurang ajar, satu lawan satu, tongkat lawan batu, ada yang berani maju dan mati tertembus peluru.
Kita generasi muda seperti lari ditempat, berharap adanya perubahan namun tanpa tindakan. Ingin mendapatkan kemenangan, mendapatkan nilai (terlihat), terlebih mendapat pengakuan dari lingkungan. Omong kosong!
Merasa kecewa ketika membaca dan
menonton pemberitaan-pemberitaan dari beberapa media massa yang isinya memilintirkan judul, dan menyudutkan informasi bahwa serangan dan agresi harus tetap dilakukan. Setelah media massa menerbitkan
kejadian-kejadian antara Pro Barat terhadap perlawanan Timur tengah, dan Bangsa Eropa masih sibuk membahas dan merumuskan hak-hak pada korban perang. Sedangkan jutaan masyarakat sudah berjatuhan!
Apakah fungsi media massa hanya untuk membakar semangat (gembor-gembor) aksi massa saja? Kalau begitu gelombang emosional masyrakat itu akan tumbuh, terpatik bagai sumbu petasan (bersifat pendek). Terjadilah ledakan emosional dimana-mana, di kota-kota, di desa-desa atau mungkin di rumah ibadah sekalipun.
Apakah ini konlfik
Apakah ini intrik
Atau sebuah cerita
klasik
Jiwa
ini selalu bertanya-tanya dan tetap bersuara
Sungguh Manusia butuh
toleransi antara umat ber-agama
Bukan saling benci dan bebas
menghakimi
Tai kucing dengan perang!
Mungkin ini saatnya untuk
menolak
Pemimpin mencari solusi dengan
tenang
Menolak perang untuk saling
serang
Melawan perang dengan
perdamaian
Persetan dengan revolusi!
Balita tidak berdosa menjadi korban
serangan.
Remaja terpaksa turun kejalan
karena ingin meraih kebebasan.
Lansia kini tak berdaya terkena dampak ledakan.
Media menjadi alat pembakar
semangat masa
Masyarakat memakan mentah-mentah
berita
Lalu apa guna HAM dan
PBB kalau begitu?