Sunday, March 04, 2018

Norma bukan Dogma


Jakarta, 04 Maret 2018


Norma-norma yang tumbuh hari ini merupakan teguran lembut dari masyarakat, dengan penuh syarat untuk mencapai perilaku manusia yang luhur dan patuh terhadap Tuhan. Sebagai manusia yang beragama dan berbudaya saya perlu mengikuti norma, karena norma bukan sekedar dogma untuk hidup. Dalam waktu dekat saya  mengikuti aturan tentang hidup, untuk menjaga toleransi antar ras, suku, dan budaya. Hanya perlu memahami dan meyakini apa yang terjadi tidak cukup, sebagai manusia yang memiliki akal pikir saya perlu memperbaikinya dengan berpikir ideal dan sesuai dengan kejadian saat ini. Saya sadar banyaknya toleransi yang tumbuh, semakin banyak yang berpikir membelok.

Akan tiba pada suatu hari yang tidak biasa, seluruh umat di dunia berkumpul bersama untuk menjujung tinggi nilai-nilai perdamaian. Menolak keras adanya penindasan, pemerasan, pembodohan, perbudakan atas nama apapun untuk kepentingan golongan-golongan tertentu. “Apakah dengan peristiwa – peristiwa di atas manusia dapat hidup berdampingan?” Sekarang hanya pada Tuhan saya berharap, untuk kelangsungan hidup yang lebih baik.

Saya dapat melihat keabadian apabila manusia itu telah mati, karena mereka telah tenang dengan tempat peristirahatan terakhirnya. Saya hanya padamu dengan kasih sayang dan keberanian melawan kesewenangan hidup.