Tuesday, February 28, 2017

Mahasisa tak pernah sia-sia

Sudah banyak hari-hari terlewat  terlalu berat rasanya jika saya pribadi tidak dapat mengatur waktu sedimikian rupa, banyak yang hilang, banyak yang terbuang khawatir pada hidup jika hanya kehampaan yang tak berarti. Lama tidak bacapun saya sadar sejarah terus berubah dengan dinamis.

Belakangan ini saya merasa kesepian padahal banyak sahabat-sahabat, keluarga yang selalu setia menemani, seperti ada yang salah pada sifat saya saat ini atau mungkin saya sedang butuh menyendiri.
Adakah yang dapat membuat saya lebih baik dari ini?

Keresahan membawa saya jauh untuk berpikir, bagaimana caranya menolak bersifat alot dalam bertindak, telah saya temukan dalam kesendirian, kegelisahan, keresahan, dan kemunafikan dalam hidup. Saya bercita-cita tinggi pada manusia yang telah peduli terhadap kebenaran tentang hidup, menolak kekerasan dan diskiriminasi atas nama apapun, menghargai asas kemanusian. Wahai rekan-rekan sekalian bisakah kalian meresakan ketiadaan begitu mendalam dari beban peradaban.

Manusia seperti ini tidak ada lagi, mereka telah mati dibumbui oleh rasa benci. 


- Terputus belum di input -

Tuesday, February 14, 2017

Dilema

Dewasa-dewasa ini gue sedikit bicara, atau mungkin sudah tidak lagi percaya dengan kata-kata para penguasa apapun bentuk dalilnya. Apa guna menilai subjek tanpa turun mengenal objek-nya bagi gue itu sia-sia, penguasa mulai lupa fungsi jati dirinya hanya ada bicara soal janji-janji kosong berlebihan tujuannya naif hanya ingin merebut posisi tertinggi di suatu lembaga dan sebagainya.

Jika sudah terjadi tinggal menggoyang-goyangkan kaki janji-janji di tinggal pergi terus saja bernyanyi sampai hilang harga diri, mari kita tinggalkan orang-orang kategori sejenis ini biar mati digerogoti manifestasi.

Jangan percaya dengan kabar baik
Jangan takut dengan kabar buruk
Mereka yang terkutuk biar membusuk
Mati karena diamuk

Ketika keadaan sosial tidak lagi stabil sifat pengusa labil untuk mengambil keputusan