Kebebasan berfikir adalah hak bagi setiap individu, apakah ini bersifat mutlak?
Aku rasa belum..
Aku tidak ingin disama dengankan monyet tua renta berada di atas pohon, aku hanya ingin menjadi manusia bebas yang tidak apatis.
Dalam hidup aku hanya ada 2 pilihan;
Yang pertama bebas terjebak dalam keterikatan
Yang kedua bebas berontak dalam terikat
Aku tidak ingin menjadi kedua dari model-model tersebut, aku hanya ingin bergerak bebas dalam arus sosial yang begitu dinamis dan tidak berfikir sederhana-mungkin.
Walau demikian aku hampir tenggelam dalam keputusan-keputusan, perlahan aku bangun kalimat afirmasi dalam benak. Aku sadar betul putusan tanpa kesimpulan seperti matematika tanpa hitungan, lalu bagaimana demikikian jika kesalahan selalu dibiarkan hasilnya akan selalu tetap sama pembodohan.
Hari-hari ini aku sedang bosan dengan kehidupan, atau mungkin aku yang tidak ber-etika pada hidup, sekarang aku sadar sampai kapan-pun(wajib) belajar mengenal nilai-nilai Tuhan tentang kebenaran hidup, belajar bagaimana Tuhan menciptakan sebuah kehidupan. Rasanya hidup begitu indah ketika kening menyentuh dengan sajadah, lebih dari yang aku tahu ketika manusia saling memberi tanpa harus meminta dimengerti lagi.
Belajar ikhlas dan tulus walau terdengar sedikit naif, aku mulai sadar hidup ini tidak jauh dari penilaian-penilaian orang lain, bukan demikian hidup kita bergantung pada ucapan-ucapan dan sebagainya, nyatanya kehidupan ini kita sendiri yang bangun, semoga mimpi kita sempurna dan tidak seperti orang biasa.
Ilmu bagi-ku adalah benda-benda candu
Jika kau tak tahu
Kau menjadi benda semu
Mati terbakar dan menjadi abu
Bukan begitu maksudku
Aku hanya ingin kau tahu
Ilmu jangan kau bungkam melulu
Aku rasa belum..
Aku tidak ingin disama dengankan monyet tua renta berada di atas pohon, aku hanya ingin menjadi manusia bebas yang tidak apatis.
Dalam hidup aku hanya ada 2 pilihan;
Yang pertama bebas terjebak dalam keterikatan
Yang kedua bebas berontak dalam terikat
Aku tidak ingin menjadi kedua dari model-model tersebut, aku hanya ingin bergerak bebas dalam arus sosial yang begitu dinamis dan tidak berfikir sederhana-mungkin.
Walau demikian aku hampir tenggelam dalam keputusan-keputusan, perlahan aku bangun kalimat afirmasi dalam benak. Aku sadar betul putusan tanpa kesimpulan seperti matematika tanpa hitungan, lalu bagaimana demikikian jika kesalahan selalu dibiarkan hasilnya akan selalu tetap sama pembodohan.
Belajar ikhlas dan tulus walau terdengar sedikit naif, aku mulai sadar hidup ini tidak jauh dari penilaian-penilaian orang lain, bukan demikian hidup kita bergantung pada ucapan-ucapan dan sebagainya, nyatanya kehidupan ini kita sendiri yang bangun, semoga mimpi kita sempurna dan tidak seperti orang biasa.
Ilmu bagi-ku adalah benda-benda candu
Jika kau tak tahu
Kau menjadi benda semu
Mati terbakar dan menjadi abu
Bukan begitu maksudku
Aku hanya ingin kau tahu
Ilmu jangan kau bungkam melulu
