Sunday, January 22, 2017

Birokrasi Tanpa Henti (Omong Kosong)

Tidak ada yang istimewa dari janji-janji pejabat petinggi negeri
Semua tenggelam bersama harapan-harapan kosong, jika berkompromi dengan janji tak ada solusi.
Semua di tutup oleh kuasa jabatan tak bertepi.
Dalam hal yang diutarakan selalu mengacau.

Monday, January 02, 2017

Agama adalah Anugrah yang Tuhan-Cipta

Akhir-akhir ini saya melihat orang-orang yang berada di sekitar begitu religius, sungguh saya melihat cinta yang murni dari manusia itu sendiri. Saya sedang tidak ingin membedakan agama manapun, percaya semua Agama yang dibuat Tuhan itu maha baik, agama itu bergantung pada hamba-hambanya. Apabila setiap hamba-Nya melakukan kebaikan, akan dinilai agama tersebut baik begitu sebaliknya. Kalau kata Gusdur "Tuhan tidak perlu dibela, dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil".

Saya jatuh hati pada manusia yang cinta dan peduli sesama makhluk hidup, terlebih mereka menjaga alam semesta juga seisinya. Sempat ragu menaruh harapan pada manusia, saya lebih percaya menitipkan harapan pada Keyakinan. Saya tidak berhenti mengucap syukur sampai matipun aku bersyukur, karena telah diberi kesempatan hidup. Saya percaya pada Tuhan sepenuhnya, sendirinya Tuhan itu kekuatan.

Jika seumpama bau bunga kau suka menjadi bunga apa?
Apabila dosa bersifat bau kau bisa apa
Jika itu benar hasilnya bagaimana
Aku senang melihat orang membangun kebenaran hidup
Aku benci melihat orang sok suci yang tak pernah redup

Ini bunga Dahlia

Tertidur dalam realita
Dunia penuh dengan pura-pura
Agama sebagai alat propaganda
Manusia hanya menilai sebelah mata

"Karl Marx said : Religion is the opium of the masses"

Saturday, December 31, 2016

Kerasnya Kayu Berisi



Saya ingin katakan sekarang berpetualang bukan hanya untuk bersenang-senang, lebih dari itu. Saya ingin merefleksikan diri pada alam, saya setuju manusia lebih baik dihajar oleh alam itu sendiri atau lebih dari manusia bebas menghakimi, saya begitu heran kepada orang begitu pragmatis pemikirannya, membangun karakter seseorang dengan metode kontak fisik. Metode-metode yang aneh dalam Andragogi semacam ini. 

"Manusia perlu dibina atau di binasakan?"
Kita bisa melihat pohon dipukul dan dipalu pohon masih tetap hidup tapi hanya sekedar hidup, setelah itu mati. 
Menghadapi soal keberanian dan panggilan-panggilan tentang hidup seolah saya terus bertanya pada diri ini, mengapa banyak orang yang masih menerima diri-nya di kontrol oleh manusia lain. Kalau begitu orang-orang seperti ini akan tenggelam-kedalam-samudra yang dalam, sungguh menyedihkan rasanya hidup seperti ini sangat tidak--nyaman. 

Saya bersamamu orang-orang malang, dan penderitaan.
Saya bersamamu melawan kepongahan tentang hidup
Saya tidak bisa lagi mati meski di caci
Terus terang, saya tidak bisa tenang atas adanya kesewenang-wenangan

Saya ingin menempuh jalan hidup-ku sendiri walau tak satu orang pun tahu, kebebasan-kah, kesehatan-kah, atau pelbagai rupa lainnya. Terkadang saya pernah berfikir ingin menjadi apakah saya. Menjadi seorang idealis atau realis. Atau menjadi keduanya?

Pada saat ini saya mulai membangun kalimat afirmasi dalam hidup, saya tekan-kan pada diri sendiri, saya bisa ber-idealis sampai batas-batas nafas saya berakhir. Dan mengutarakan keadaan dengan realistis ketika manusia sudah mulai lupa dengan kebenaran dan apatis akan sekitar.

Cemara-cemara hijau dan pucat
Wajah murung di balik kabut
Lembut namun sayu
Dinginnya malam di balik api unggun
Hangat namun haru