Sunday, March 04, 2018

Norma bukan Dogma


Jakarta, 04 Maret 2018


Norma-norma yang tumbuh hari ini merupakan teguran lembut dari masyarakat, dengan penuh syarat untuk mencapai perilaku manusia yang luhur dan patuh terhadap Tuhan. Sebagai manusia yang beragama dan berbudaya saya perlu mengikuti norma, karena norma bukan sekedar dogma untuk hidup. Dalam waktu dekat saya  mengikuti aturan tentang hidup, untuk menjaga toleransi antar ras, suku, dan budaya. Hanya perlu memahami dan meyakini apa yang terjadi tidak cukup, sebagai manusia yang memiliki akal pikir saya perlu memperbaikinya dengan berpikir ideal dan sesuai dengan kejadian saat ini. Saya sadar banyaknya toleransi yang tumbuh, semakin banyak yang berpikir membelok.

Akan tiba pada suatu hari yang tidak biasa, seluruh umat di dunia berkumpul bersama untuk menjujung tinggi nilai-nilai perdamaian. Menolak keras adanya penindasan, pemerasan, pembodohan, perbudakan atas nama apapun untuk kepentingan golongan-golongan tertentu. “Apakah dengan peristiwa – peristiwa di atas manusia dapat hidup berdampingan?” Sekarang hanya pada Tuhan saya berharap, untuk kelangsungan hidup yang lebih baik.

Saya dapat melihat keabadian apabila manusia itu telah mati, karena mereka telah tenang dengan tempat peristirahatan terakhirnya. Saya hanya padamu dengan kasih sayang dan keberanian melawan kesewenangan hidup.

Tuesday, December 12, 2017

Dalam Derita Manusia Membaja

Mereka yang bergerak bebas dalam arus sosialnya bertindak bebas, harus mengenal batas-batas. Benih pikir hari ini adalah hasil buah untuk hari esok yang lebih baik. Rupa-rupa mahasiswa hari ini adalah wajah murung yang menunduk untuk mengejar secuil kepentingan pribadi, bersembunyi di balik ruang-ruang kelas yang dingin dan aman dari serangan terik matahari.

Saya pribadi coba menyikapi prihal ini dengan dingin, ragu-ragu dan waswas. Saya merasa bergerak sendiri walau saya melihat banyak mahasiswa diluar sana berprilaku normal seperti manusia biasanya. Rasanya kalau hidup seperti ini sangat lamban, saya merasa bosan.

Melalui ruang-ruang kosong ini saya menulis dan tumbuh.

Friday, November 17, 2017

Geopolitik Nusantara Membangun Peradaban Bangsa

Mengapa Harus Menghidupkan Kembali Geopolitik?
Jenderal vo Nguyen Giap, konseptor dan arsitek pertahanan nasional Vietnam yang sukses mengusir Perancis pada 1954 dan Amerika Serikat pada 1975, pernah mengungkap rahasia suksesnya: “Kekuatan Kami, baik defense maupun offensive, kami dasarkan atas keadaan-keadaan yang nyata dari Vietnam sendiri. Bukan atas dasar pengetahuan dari luar. Melainkan atas dasar pengetahuan geopolitik dari Vietnam.”
Atas dasar pandangan Nguyen Giap tersebut, Bung Karno ketika berpidato pada pembukaan Lembaga Pertahanan Nasional pada 1960-an, menganjurkan agar kita sebagai anak bangsa mengetahui kondisi tanah air kita. Geopolitik kita. Geopolitik merupakan pengetahuan segala sesuatu yang berhubungan dengan konstalasi geopolitik sebuah negeri. Tahun seluk-beluk bangsa dan tanah air. Mengenal segala kondisi baik fisik dan mental dari wilayah berikut masyarakatnya.
Maka dalam penyusunan pertahanan yang efektif, maka tahapannya adalah mengenali dan mengetahui segala unsur dari tanah air dan bangsanya sendiri. Baru kemudian ditentukan model dan cara menyusun pertahanannya.