Tuesday, March 12, 2013

Dunia Tanpa Perang itu Seperti Abu Tanpa Arang

Dunia masih sangat konservatif dengan adanya sikap pemimpin-pemimpin diktator tidak bertangung jawab, hidup memang tidak pernah lepas dari tokoh pemimpin, namun pemimpin seperti apa yang baik dalam kehidupan.

Saat ini bumi sedang mengubah wajahnya, langit sedang tertawa atau mungkin sedang sakit. Karena melihat ulah manusia makin kesini makin kurang ajar, satu lawan satu, tongkat lawan batu, ada yang berani maju dan mati tertembus peluru.

Kita generasi muda seperti lari ditempat, berharap adanya perubahan namun tanpa tindakan. Ingin mendapatkan kemenangan, mendapatkan nilai (terlihat), terlebih mendapat pengakuan dari lingkungan. Omong kosong!

Merasa kecewa ketika membaca dan menonton pemberitaan-pemberitaan dari beberapa media massa yang isinya memilintirkan judul, dan menyudutkan informasi bahwa serangan dan agresi harus tetap dilakukan. Setelah media massa menerbitkan kejadian-kejadian antara Pro Barat terhadap perlawanan Timur tengah, dan Bangsa Eropa masih sibuk membahas dan merumuskan hak-hak pada korban perang. Sedangkan jutaan masyarakat sudah berjatuhan!

Apakah fungsi media massa hanya untuk membakar semangat (gembor-gembor) aksi massa saja? Kalau begitu gelombang emosional masyrakat itu akan tumbuh, terpatik bagai sumbu petasan (bersifat pendek). Terjadilah ledakan emosional dimana-mana, di kota-kota, di desa-desa atau mungkin di rumah ibadah sekalipun.

Apakah ini konlfik
Apakah ini intrik
Atau sebuah cerita klasik 
Jiwa ini selalu bertanya-tanya dan tetap bersuara
Sungguh Manusia butuh toleransi antara umat ber-agama
Bukan saling benci dan bebas menghakimi

Tai kucing dengan perang!
Mungkin ini saatnya untuk menolak
Pemimpin mencari solusi dengan tenang
Menolak perang untuk saling serang
Melawan perang dengan perdamaian

Persetan dengan revolusi!
Balita tidak berdosa menjadi korban serangan.
Remaja terpaksa turun kejalan karena ingin meraih kebebasan.
Lansia kini tak berdaya terkena dampak ledakan.

Media menjadi alat pembakar semangat masa
Masyarakat memakan mentah-mentah berita


Lalu apa guna HAM dan PBB kalau begitu?

Friday, February 24, 2012

Dewasa

Remaja yang tumbuh dewasa ialah remaja yang tumbuh dengan berfikir, dari lingkungan sosial dia terbentur, dari keluarga dia terbentur, pada kehiduapan dia terbentur.
 Dan pada dirinya dia akan terbentuk (mencoba merubah redaksinya Paman Tan).

Dewasa itu pilihan, bukan tuntutan 
Dewasa itu sikap, bukan umur 
Dewasa itu berfikir, bukan takdir
Dewasa itu kamu!