Saturday, September 13, 2014

Semangat Siswa Baru Yang Membatu.

Malam senin ingat betul peristiwa itu berlangsung, dimana hari-hari terakhir mengikuti ujian kenaikan kelas. Sedang asiknya-asiknya mengayun pikiran pada soal matematika, dengan demikian saya betul-betul lupa bagaimana cara mengerjakan soal-soal logaritma.
6 Juni  2013 - 5 Juli 2013
Tidak bisa melihat matahari
Kabar buruk untuk penguasa :
5 Desember 2013
Mental kembali diuji ketika ke sekolah untuk meminta keterangan status sebagai pelajar, di sekolah seperti berjumpa dengan malaikat Munkar dan Nakir penuh tanya yang tak habis dan henti-nya. 
Jus't i said 
"Don't look back, the past should stay dead, this time runing to future."

Pelajar hebat bukan pelajar terkenal di sekolahnya, pelajar yang hebat pelajar yang mampu bertanggung jawab penuh atas perbuatanya.

Kala itu berusia 17 tahun, tidak bisa lari dalam pengasingan. Merasa kesal, dan bosan atas kebodohan!

Belajar jadi ter-tunda tidak tahu apa-apa, akhirnya air mata keluar juga. Saya percaya ini hanya sementara walau akan menjadi ingatan jangka panjang, sepertinya saya sudah tidak lagi khawatir, saya memilih untuk menulis, dan membaca adalah jalan terakhir paling ampuh mengobati kesepian dan kekosongan, terima kasih Tuhan telah beri peringatan.

Ada sedikit fentilasi
Yang saya lihat hanya tembok-tembok tebal
Lantai halus berlapis keramik
Rindu seluruh penghuni rumah
Tidak ada yang indah di sini
Selain di rumah
Karena ada bapak dan mamah
Saya rindu semua
Saya sebut mereka satu per-satu
Aa Kana, Teteh Lia, Teteh Rera, dan adik Hanif
Bagaimana dengan kabar mereka?
Semoga baik-baik saja

6 bulan pengasingan, 6 bulan penuh kemunafikan
Kabar baik dari ku :
Saya sudah bisa menerima kenyataan, dan putusan.

Pengadilan hanya permainan tidak bisa mengenal pertimbangan, tidak bisa mengambil putusan tanpa kesimpulan. Bagi ku ini keburukan yang tidak bisa di lupakan.

Seminggu ini penuh dengan sambutan-sambutan hangat dari beberapa tetangga, dan teman. Semoga mereka tak tahu haru ini bercampur rindu. Peristiwa telah berakhir beberapa pekan lalu rumah banyak berubah. Atau mungkin karena saya terlalu lama meninggalkan rumah. Ya terlalu lama, tapi ngga akan lupa untuk jalan pulang kerumah. Beberapa minggu di rumah merasa jenuh, seperti biasa tak biasa berdiam diri terlalu lama. 

Untuk mengisi kekosongan hari-hari saya mengisi dengan berdagang pulang pergi Bandung, seminar keliling Bandungs seperti Seminar Quit Now (program berhenti merokok) dan organisasi anak muda di Indonesia IOFC (Initiatives Of Changes). Bandung adalah sebuah tempat pertama untuk berani bercerita dan berbagi cinta terhadap sesama. Terimakasih Bandung, saya pernah menetap di cicadas sebuah tempat konveksi baju, tidur beberapa hari di Gymnasium UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) kala itu saya berdagang baju saat event Pekan Olahraga Nasional bersama Bang Jawir, selepas event berakhir kita pergi ke cipanas untuk rehat, sudah tidak ada rasa khawatir jika bermain ke Bandung jika bersama Bang Jawir walau terkadang pola tidur jadi tak pernah teratur.

23 Februari 2016
Sudah siap untuk kembali bersekolah.  

Ke Sekolah lama 
*diskusi ringan*


Terang sebuah jawaban 
Pekan demi pekan
Dokumen ada di tangan
Selamat tinggal kenangan

14 Juli 2014
Senin pagi saya sudah bersiap untuk kembali bersekolah di SMA Negeri 12 Bekasi, seperti pertama kalinya mengenakan seragam, sedikit bingung bagaimana cara memakai dasi. Begitu sampai di sekolah sudah ramai di penuhi oleh Siswa/i dari SMA Negeri 12 Bekasi, dari kelas 10 - kelas 12 memadati lapangan upacara. Baru dapat kabar dari pengumuman upacara bahwa KBM (kegiatan belajar mengajar) sekolah akan di mulai Bulan Agustus 6/2014, sedangkan waktu itu Bulan Juli Sebelum ramadhan,  jadi bulan Juli ini saya mengisi kegiatan agenda Ramadhan dengan sanlat (pesantren kilat) yang di adakan oleh Eskul Rohis di sekolah. Jadi gue nikmatin itu!

Berselang beberapa hari setelah gue mengikuti kegiatan di akhir acara ada pengumuman dari secarik kertas beberapa minggu kedepan akan libu.bu.bur.. Libur….

           Ahh!!!*^*^#%#@
Ibu, Bapak.. Anak mu ini Libur lagi…
Gue ngga tahu sampai saat ini berapa hari libur yang telah gue jalani...
Syukurlah ini hanya libur Idul Fitri…. *elus-elus dada* *menghela nafas*
2 minggu berlanjut.. 

6 Agustus 2014
Agenda sekolah hari ini hanya upacara bendera, halal bihalal dan pengumuman KBM 2014/2015, seusai upacara Kepela sekolah memberi pengumuman kepada murid-murid bahwa ada pembagian kelas baru di mading, serentak antusias pelajar sedikit gaduh, saat setelah pengumuman berakhir. Saya lari ke mading berdesak penuh sesak...
*telunjuk tangan merunut satu persatu pada absen mading kelas IPA 3*
Yapss, saya siap sedia!!


Kali ini gue sudah memasuki ruang kelas
Menjadi Siswa Baru? 
Kenapa gue harus malu?
Semangat baru untuk maju! 
Mungkin ini yang harus mereka tahu

- BELUM DI EDIT -

Tuesday, March 12, 2013

Dunia Tanpa Perang itu Seperti Abu Tanpa Arang

Dunia masih sangat konservatif dengan adanya sikap pemimpin-pemimpin diktator tidak bertangung jawab, hidup memang tidak pernah lepas dari tokoh pemimpin, namun pemimpin seperti apa yang baik dalam kehidupan.

Saat ini bumi sedang mengubah wajahnya, langit sedang tertawa atau mungkin sedang sakit. Karena melihat ulah manusia makin kesini makin kurang ajar, satu lawan satu, tongkat lawan batu, ada yang berani maju dan mati tertembus peluru.

Kita generasi muda seperti lari ditempat, berharap adanya perubahan namun tanpa tindakan. Ingin mendapatkan kemenangan, mendapatkan nilai (terlihat), terlebih mendapat pengakuan dari lingkungan. Omong kosong!

Merasa kecewa ketika membaca dan menonton pemberitaan-pemberitaan dari beberapa media massa yang isinya memilintirkan judul, dan menyudutkan informasi bahwa serangan dan agresi harus tetap dilakukan. Setelah media massa menerbitkan kejadian-kejadian antara Pro Barat terhadap perlawanan Timur tengah, dan Bangsa Eropa masih sibuk membahas dan merumuskan hak-hak pada korban perang. Sedangkan jutaan masyarakat sudah berjatuhan!

Apakah fungsi media massa hanya untuk membakar semangat (gembor-gembor) aksi massa saja? Kalau begitu gelombang emosional masyrakat itu akan tumbuh, terpatik bagai sumbu petasan (bersifat pendek). Terjadilah ledakan emosional dimana-mana, di kota-kota, di desa-desa atau mungkin di rumah ibadah sekalipun.

Apakah ini konlfik
Apakah ini intrik
Atau sebuah cerita klasik 
Jiwa ini selalu bertanya-tanya dan tetap bersuara
Sungguh Manusia butuh toleransi antara umat ber-agama
Bukan saling benci dan bebas menghakimi

Tai kucing dengan perang!
Mungkin ini saatnya untuk menolak
Pemimpin mencari solusi dengan tenang
Menolak perang untuk saling serang
Melawan perang dengan perdamaian

Persetan dengan revolusi!
Balita tidak berdosa menjadi korban serangan.
Remaja terpaksa turun kejalan karena ingin meraih kebebasan.
Lansia kini tak berdaya terkena dampak ledakan.

Media menjadi alat pembakar semangat masa
Masyarakat memakan mentah-mentah berita


Lalu apa guna HAM dan PBB kalau begitu?

Friday, February 24, 2012

Dewasa

Remaja yang tumbuh dewasa ialah remaja yang tumbuh dengan berfikir, dari lingkungan sosial dia terbentur, dari keluarga dia terbentur, pada kehiduapan dia terbentur.
 Dan pada dirinya dia akan terbentuk (mencoba merubah redaksinya Paman Tan).

Dewasa itu pilihan, bukan tuntutan 
Dewasa itu sikap, bukan umur 
Dewasa itu berfikir, bukan takdir
Dewasa itu kamu!