Tuesday, December 12, 2017

Dalam Derita Manusia Membaja

Mereka yang bergerak bebas dalam arus sosialnya bertindak bebas, harus mengenal batas-batas. Benih pikir hari ini adalah hasil buah untuk hari esok yang lebih baik. Rupa-rupa mahasiswa hari ini adalah wajah murung yang menunduk untuk mengejar secuil kepentingan pribadi, bersembunyi di balik ruang-ruang kelas yang dingin dan aman dari serangan terik matahari.

Saya pribadi coba menyikapi prihal ini dengan dingin, ragu-ragu dan waswas. Saya merasa bergerak sendiri walau saya melihat banyak mahasiswa diluar sana berprilaku normal seperti manusia biasanya. Rasanya kalau hidup seperti ini sangat lamban, saya merasa bosan.

Melalui ruang-ruang kosong ini saya menulis dan tumbuh.

Friday, November 17, 2017

Geopolitik Nusantara Membangun Peradaban Bangsa

Mengapa Harus Menghidupkan Kembali Geopolitik?
Jenderal vo Nguyen Giap, konseptor dan arsitek pertahanan nasional Vietnam yang sukses mengusir Perancis pada 1954 dan Amerika Serikat pada 1975, pernah mengungkap rahasia suksesnya: “Kekuatan Kami, baik defense maupun offensive, kami dasarkan atas keadaan-keadaan yang nyata dari Vietnam sendiri. Bukan atas dasar pengetahuan dari luar. Melainkan atas dasar pengetahuan geopolitik dari Vietnam.”
Atas dasar pandangan Nguyen Giap tersebut, Bung Karno ketika berpidato pada pembukaan Lembaga Pertahanan Nasional pada 1960-an, menganjurkan agar kita sebagai anak bangsa mengetahui kondisi tanah air kita. Geopolitik kita. Geopolitik merupakan pengetahuan segala sesuatu yang berhubungan dengan konstalasi geopolitik sebuah negeri. Tahun seluk-beluk bangsa dan tanah air. Mengenal segala kondisi baik fisik dan mental dari wilayah berikut masyarakatnya.
Maka dalam penyusunan pertahanan yang efektif, maka tahapannya adalah mengenali dan mengetahui segala unsur dari tanah air dan bangsanya sendiri. Baru kemudian ditentukan model dan cara menyusun pertahanannya.

Tuesday, November 07, 2017

Penegakan Hukum Di Indonesia

Mahasiswa Nilai Penegakan Hukum di Indonesia Makin TendensiusJAKARTA - Komite Nasional Persatuan Mahasiswa Indonesia (KNPMI) menilai kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo semakin tidak becus. Pasalnya, saat ini penegakan hukum tampak tendensius dan menindak sesuai selera penguasa.

"Persoalan penegakan ‎hukum makin tendensius karena lembaga hukum disesuaikan dengan selera parpol tertentu. Padahal, lembaga penegak hukum sangat dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ketua KNPMI, Muhammad Tasrif Tuasamu, dalam siaran persnya, Senin (3/7/2017).