Tuesday, February 04, 2020

Malam di Braga

Bandung, 

Di sudut kota ketika lelah mulai membungkam
Tepat di sudut pemberhentian parkir roda empat itu
Terlihat sepi meski larut malam
Kau lebih memilih menutup pintu

Dari Asia Afrika, Alun-alun, Masjid Raya dan Jalan Braga
Lampu kendara seraya berkata
Menembus hening sunyi kota Bandung
Duduk di bangku trotoar 
Rehat sebentar lalu menghilang

Sampah plastik menggulung bagai ombak
Tidak banyak
Tersapu angin 
Malam mulai dingin

Di kendaraan roda empat ini
Aku melihat dua gadis berselisih paham
Melempar perntanyaan tak kunjung usai
Aku hanya memperhatikan dalam diam
Kendaraan melaju cepat


Sunday, January 26, 2020

Mengapa dilupa / Lalu bisa apa

Tarian hujan di balik cemara hijau pucat
Meniadakan persembunyian dari tabiat
Menutupi kebohongan dengan bertobat
Sikapnya merusak adat istiadat

Katakan sedikit jangan sering
Sirami jangan sampai kering
Jangan sesekali kau petik atau sentuh
Tanaman disana ingin tumbuh

Sering kali berkaca tapi lupa diri
Coretan dinding menjadi tempat ekspresi
Memilih jalan kaki untuk pergi
Menggunakan banyak tranportasi sebagai alat ekspedisi

Tuesday, January 14, 2020

Tenang-sekarang

Jangan salahkan jika dunia tidak berpihak pada mu

Jangan salahkan jika orang-orang berpaling dari mu

Janngan salahkan dunia dan semesta tidak menginginkan mu

Apa kah kau tahu?!

Karena alam raya telah menjelma menjadi aku


Merasa senang

Menghilang dari tenang

Memberi tanpa merasa kurang

Menikmati tanpa harus kalah bersaing


Memang kita berhak untuk bertindak

Mengapa dilupa

Lalu bisa apa?

Seperti itulah kita beranjak


Menemukan hal baru

Mengudara tanpa kata

Mengecap tanpa rasa

Seperti itulah bertamu


Lumpur di kaki mulai mengering

Ranting-ranting mulai menguning

Tunas baru siap berkembang

Untuk melawan angin yang lebih kencang