Sunday, December 15, 2019

Kontemplasi Omong Kosong!


Januari – Bagian I

Hujan di ibu kota
Jalan raya di sudut trotoar masa tahun baru
Terpancar bias cahaya lampu jalan itu
Angin menyapu keras kesunyian pukul satu

Deru suara motor tidak terdengar lagi
Yang ada hanya suara hujan
Suaranya lembut
Dan dingin

Segelas cangkir teh hangat
Satu sendok teh gula pasir saya tuangkan
Minuman itu tidak kunjung saya minum

Saya hampir tenggelam
Pagi pagi sekali saya bangun
Saya diselamatkan oleh Tuhan
Ternyata awal tahun adalah sebuah peringatan


Februari - Bagian II

Adakah hasil dari yang disembunyikan
Jawabnya ada
Jika kau masih bertanya-tanya
Tandanya
Kau sedang kehilangan


Nanti kau ditermukan
Entah kapan

Maret - Bagian III

Meningkat lalu menurun
Itu semangat
Kembalikan semangat saya
Ini!

Tiba-tiba semangat pergi
Jangan dicari

Lalu?

Semangat telah kau miliki
Dimana?
Ambil cermin “bercerminlah dan senyum..”
Semangat itu hadir

April - Bagian IV

Satu dari empat pilar sudah behasil
Lima pilar sedang sama-sama bergerak
Tidak saling tunjuk
Tiba-tiba semua terwujud

Mei - Bagian V

Tulislah
Lalu buka catatan-catan lama
Dengan begitu kau dapat ingat
Bahwa masa lalu itu begitu cepat

Sadarlah
Bahwa menyayangi diri sendiri itu perlu
Kemari sayang
Sebut itu pada dirimu

Percayalah
Kau baik-baik saja
Hanya perlu istirahat

Juni - Bagian VI

Kamu niat, kamu bersemangat
Cendra mata yang kau bawa
Sekarang sudah saya terima
Meninggalkan tanda tanya

Batu yang kau beri
Ini gunanya untuk apa?

Juli - Bagian VII

Kita ini manusia penuh cinta
Nafsu hanya sisa
Bagaimana bisa?
Hanya main mata dia terpesona

Ahh gila...
Kau telah berdusta
Terlalu banyak menyimpan rasa

Agustus - Bagian VIII

Segera lulus!
Penelitian dan tulisan segera selesaikan
Bukankah ini suatu pemaksaan?
Tidak!
Lalu?

Hanya saja kalimat itu kurang persuasif
Lantas siapa yang mengjak?
Pada dirimu lah kau bergerak

September - Bagian IX

Mengerti, memahami, mengevaluasi
Jangan berlari terlalu cepat
Jika jalan yang kau lalui ternyata salah
Sini kembali

Duduk sebentar
Jangan terlalu lama
Karena di depan ada yang menunggu mu
Sudah menanti sejak lama

Hei!
Perjalanan kamu baru saja dimulai
Pergerakan tidak hanya sampai disini
Berdiri
Melangkahlah kemana kau suka
Disanalah kita berjumpa

Oktober - Bagian X

Menemukan jalan-jalan yang terjal dan berbatu
Ini bukan pilihan
Kenyataannya seperti itu
Mau tidak mau perlu dihadapi

Jika sekali berbalik arah yang kau temu hanyalah jurang
Nikmatilah...
Mungkin jalan-jalan berikutnya landai dan berkelok
Atau bisa jadi sebuah tanjakan menemukan keberanian hidup

November - Bagian XI

Menemukan mu diwaktu-waktu rawan, nyatanya itu menyenangkan
Bagi seseorang yang melihat menilainya ini gila
Atau mungkin tak bermanfaat
Kehadiran mu manfaat bagi
Bagi manusia yang lain
Bagi makhluk yang lain
Yang jelas kamu bukan alien

Waktu itu di Bandung dingin
Berubah jadi hangat
Tapi tak berkeringat

Saya dari kaejauhan dapat melihat
Ada yang rusak
Dia harus dirawat

Desember – Bagian Akhir

Siapa peduli?
Ruang tamu kosong tak berpenghuni
Anak putrinya pamit izin untuk pergi
Terlanjur karena sedang merasa bahagia sekali

Di balik kepala cantiknya
Menyimpan kata-kata
Yang akan meledak ketika di kritik
*Meledak!* DOOM.

Tak usah terkejut
Di dalam kepala isinya hanya racun
Yang tertuang karena lingkungan yang keruh
Lantas, kenapa saya perlu bersedih?


No comments:

Post a Comment