Sunday, October 01, 2017

Identitas Nasional

Hari ini adalah hari minggu telah di tetapkan menjadi hari Kesatian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2017, sebelumnya ada tanggal 30 September suatu momen peristiwa bersejerah yang tidak lagi asing terdengar oleh masyarakat Indonesia. Sudah banyak beberapa tempat memutar film-fikn G-30SPKI, dan mengajak untuk masyarakat agar tidak lupa sejarah perkembangan jalan negara Indonesia. Yang saya tangkap dalam pemutaran film ini adalah diharapkan masyarakat bisa menjadi nasionalis seutuhnya dengan belajar sejarah dengan melalui salah satu film saja, kalau saja mereka sudah puas dengan satu literasi saya cap mereka dengan pragmatis nasionalis. 

Akhir-akhir ini saya mulai mengira tanggal adalah suatu dogma untuk mengingat suatu peristiwa. Hanya pengingat setelah itu dilupa.

Seberapa penting Identitas Negara Dalam Pembentukan Karakter Negara

Identitas merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam Pembentukan karakter negara. Dimana identitas negara suatu manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh kembang dalam aspek kehidupan masyarakat, dengan demikian hal ini akan melekat sebagai suatu karakter negara itu sendiri dengan ciri-ciri khasnya.

Thursday, September 21, 2017

Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan

Disini saya mencoba berangan-angan dengan kutipan bung Karno, sembari saya menyeruput segelas kopi hangat yang sebentar lagi akan dingin. Sewaktu remaja saya pernah di beri buku oleh kaka wanita yang saya lupa judulnya buku ini edisi harian terbitan tempo, yang saya ingat isinya beberapa tulisan pesan-pesan dari beberapa pemipin Indonesia, mereka meminta kepada pemuda/i untuk turut sumbangsih membangun suatu peradaban Indonesia yang lebih baik.

Picture from google

Dewasa-dewasa ini mungkin kita masih bertanya-tanya pada diri sendiri bagaimana kita sebagai mahasiswa/i untuk berkontribusi pada negeri sendiri, coba kita tarik pelan-pelan benang merah. Jika idealnya kita sebagai mahasiswa bisa menempatkan pada bidangnya masing-masing di keilmuannya, mahasiswa tersebut bisa menjalankan peran pada posisi yang telah di pilihnya.

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” - Soe Hok Gie

Sekarang kopi di gelas sudah mulai dingin, saya coba utarakan kutipan Gie yang sebelum menjelang kematiannya akibat menghirup zat beracun di gunung semeru, walaupun seorang pemuda kelahiran tionghoa pemuda ini seorang nasionalis yang menjunjung tinggi nilai-nilai norma kemanusiaan.
Saya coba rasakan dan resapi kutipaan di atas, sebetulnya bukan dari mana kita berasal namun bagaimana kita sebagai manusia merubah paradigma dalam hidup, menyikapi pergulatan hidup yang begitu dinamis, semoga ini yang disebut romantisme cinta tanah air.

Thursday, August 24, 2017

[PENGEMBARA] Sepenggal Kisah Sumatra untuk Nusantara

Dokumentasi Pelepasan Pengembaraan oleh humas KMPA Eka Citra
Dari kiri ke kanan
Evi, Hamdan, Rama, Indra, Ade, Sarita, Dina, Aulia, Dian, Arinta, Saya, Shuban, Brian, Fahmi

         Biar kami jelaskan apa tujuan utama melakukan perjalanan ini, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air setiap manusia dapat mengenal dengan cara melihat dan menyentuh pada obyeknya langsung, pada dasarnya suatu obyek tidak hanya indah dilihat dari luar saja, dengan demikian keindahan obyek bisa dilihat dari dalam. Maka itu kami naik Gunung,  dan masuk masuk Gua. Tidak sekedar perjalan bakti pendidikan tidak kami lupakan.