Saturday, January 11, 2020

Foto Selfie di Kamar Mandi Bikin Lupa Diri


Izinkan saya menjamah dan bercerita tentang mu melalui sebuah tulisan, terderdangar mustahil untuk diterima setelah bertemu seorang gadis lucu yang baru saja beranjak dewasa, saya tak pernah gundah walau percuma. Tetap saja ada Rasa!

Sudah dapat diketahui bahwa apa yang saya sampaikan dan saya lakukan sampai saat ini tidak pernah sia-sia, walau dibumbui oleh rasa kecewa. Bagi saya ini bukan sebuah alasan untuk saya tidak cinta pada diri saya sendiri.

Saya lelaki kecil berhak bahagia atas menantang hidup, seakan hari ini langit, bulan, bintang dan hewan malam menjelma sebagai teman yang baik. Jauh di bawah sini menemani saya bercerita suatu saat pasti apa yang kau ingin kan kembali.

“Apa kabarmu?” Bodoh masih bertanya kabar!
Kau begitu monoton, tinggalkan. Dia sudah tak baik.
Bintang dan Bulan seakan bercerita bahwa manusia di bumi ini lucu-lucu dan menarik, tiba-tiba langit bergemuruh gerimis turun. Hewan malam itu patuh masuk kedalam tempat peersembunyiannya masing-masing.

Saya dari kejauhan mengamatinya.

Melihat gadis lucu itu mengutuk diri, menutup, dan mencari perlindungan
Meminta dan bercerita tak sesuai dengan arahanya
Teman menjadi tameng
Besoknya gadis itu menghilang, bersama bayang-bayang kebohongan

Nyatanya saya bisa berhasil melewati fase kegelisahan ini dengan cara bertualang dengan kawan-kawan saya ke kota Bandung, saya bisa lebih bebas bertualang main ke Hutan.

Saya menjamah Hutan yang sepi penuh elegi
Saya menemukan arti dikala sunyi
Langkah saya patah seperti dipatri
Menghindari batu-batu bergerigi tak bertepi
Syukurlah kaki-kaki ini tahu untuk pergi kembali

Menemukan nama-nama yang saya suka, saya abadikan pada sebuah kamera digital lalu saya simpan dalam bentuk album digital. Buat kenangan, walau sekarang sudah menjadi almarhum dalam-dalam.

Sunday, December 15, 2019

Kontemplasi Omong Kosong!


Januari – Bagian I

Hujan di ibu kota
Jalan raya di sudut trotoar masa tahun baru
Terpancar bias cahaya lampu jalan itu
Angin menyapu keras kesunyian pukul satu

Deru suara motor tidak terdengar lagi
Yang ada hanya suara hujan
Suaranya lembut
Dan dingin

Segelas cangkir teh hangat
Satu sendok teh gula pasir saya tuangkan
Minuman itu tidak kunjung saya minum

Saya hampir tenggelam
Pagi pagi sekali saya bangun
Saya diselamatkan oleh Tuhan
Ternyata awal tahun adalah sebuah peringatan


Februari - Bagian II

Adakah hasil dari yang disembunyikan
Jawabnya ada
Jika kau masih bertanya-tanya
Tandanya
Kau sedang kehilangan

Monday, November 25, 2019

Jakarta-Bandung Belum Terkoneksi (TOL CIKAMPEK)

Menemukan mu diwaktu-waktu rawan,
nyatanya itu menyenangkan
Sebagaian orang menilainya gila
Atau mungkin tak laik guna

Saya dapati matanya kunang-kunang bersinar
Saya tanya apa kau ini seorang peri?
Dia tersipu malu dan pergi
Ternyata sudah ada kucing mengintai

Waktu-waktu tertentu kota ini dapat berubah 
Menjadi dingin dan hangat
Dapat berubah menjadi lebih lembut
Tanpa merusak yang angkuh

Saya di taman ini seorang diri menikmati soal kesunyian
Menunggu sebuah jawaban, dengan pertanyaan yang tak sempat saya sampaikan
Ada yang datang hanya untuk singgah
Ada yang pergi tanpa mengucap permisi
Ada yang meminta tanpa memberi
Dan ada yang berharap, esoknya tak pernah kembali